Senin, 11 Juli 2011

Harapan...???

Diposting oleh Shofiorenza di 22.37 2 komentar


Jikapun ini adalah anganku yang salah

Maka kuyakin, cinta itu tak pernah salah

Dari kejauhan baru kupahami tentang cintanya yang mulia

Tentang kejujuran penaku yang lemah tanpa kehadirannya

Maafkan aku....

Aku hanyalah hamba Mu yang biasa

Yang mencintai dan ingin dicintai dalam naungan Cinta Mu

Melangkah bersama menuju Mu

Dalam Ridha Mu....

Harapan Menggapai Impian

^_^

kecantikan Hati

Diposting oleh Shofiorenza di 22.12 0 komentar

Biarkan Dia Mengagumi Hatimu Jangan Tubuhmu!

Sebagian pria memang memandang wanita dari segi fisik, entah itu dari kecantikan, keseksian, warna kulit, bentuk tubuh, atau lain sebagainya. Pandangan pria seperti ini memanglah wajar karena sebagian besar otak seorang pria memang terdominasi oleh pikiran seputar seksual. Meskipun begitu, lantas Anda (seorang wanita) tidak perlu terlalu menonjolkan apa yang ada pada fisik anda.

Kenyataannya, bahwa cinta yang didasarkan pada kecintaan fisik itu tidak akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Toh semua orang akan mengalami penuaan yang berangsur-angsur akan menghilangkan kelebihan yang ada dalam fisik kita. Biarkanlah seseorang mengagumi diri Anda karena kecantikan hati Anda, bukan berdasarkan keindahan fisik yang ada pada diri Anda.

Wanita cantik akan terlihat lebih cantik lagi apabila dibarengi dengan kecantikan hatinya. Kecantikan hati (innerbeauty) mampu menjadi energi utama untuk memikat seorang pria. Tidak bisa dipungkiri, memang selain mencari wanita yang cantik, para lelaki ini juga mempertimbangkan sisi dalam dari wanita yang akan dijadikan pasangan hidupnya.

Seorang wanita harusnya menyadari hal itu, dan berusaha untuk meningkatkan kecantikan hati agar lelaki yang didambakan menyukainya. Seorang wanita yang memiliki kecantikan hati biasanya tidak menonjolkan keindahan fisiknya, karena mereka sadar bahwa kekaguman yang berdasar pada fisik itu sifatnya hanya sementara.

Cara praktis yang bisa dilakukan untuk memunculkan kecantikan hati yaitu dengan berperilaku seperti orang baik-baik, tanamkan rasa cinta terhadap agama, berpakaian sopan (tidak memperlihatkan bagian tubuh yang mencolok), serta berbicaralah sesuai dengan kaidah kesopanan dan jangan terlalu berlebihan.

Bagi wanita seksi, Anda disarankan untuk menutupi bagian tubuh yang seksi, serta tidak memperlihatkan batas keseksian tubuh Anda. Biarkanlah seorang pria melihat Anda seperti apa adanya, jangan terburu-buru memperlihatkan kelebihan yang ada dalam diri Anda. Biarkan mereka mengagumi hati Anda, bukan fisik Anda.

Latihlah kesabaran untuk menambah kecantikan hati Anda. Latihlah kesabaran dengan membiasakan mengalah kepada orang lain, peduli terhadap penderitaan orang lain, serta tidak emosional dalam menyelesaikan permasalahan. Untuk mendapatkan pria, Anda harus terlihat sebagai orang yang baik terlebih lagi jika yang Anda inginkan itu pria baik-baik. Pancarkan innerbeauty yang ada dalam diri Anda dengan kesabaran, karena hal ini dapat membantu Anda untuk mendapatkan pria yang baik pribadinya.

Jika seorang pria telah mengagumi Anda karena hati yang baik, maka hubungan diantara keduanya akan langgeng dan dapat bertahan lama. Meskipun banyak wanita cantik atau wanita seksi selain Anda, percayalah pria yang mencintai Anda karena rasa kagum terhadap hati Anda tersebut tidak akan memalingkan hatinya demi wanita lain. Mereka akan setia terhadap pasangan dan akan menjadi pendamping hidup selama-lamanya. Bahwasannya, mereka itu sebenarnya takut jika kehilangan pasangan hidup yang cantik hatinya. Karena seorang wanita yang benar-benar cantik hatinya itu jumlahnya tidak banyak di dunia ini.

BILA HATI INI TERSAKITI

Diposting oleh Shofiorenza di 21.38 2 komentar

Dalam hidup ini pernahkah kita disakiti oleh orang lain?baik dalam hubungan persahabatan, hubungan pekerjaan,hubungan bisnis,hubungan kerjasama,hubungan sebuah organisasi,dsb. apa yang kita rasakan saat itu?,sakit yang mendalam?,tidak terima perlakuan teman kita?,emosi yang tak terkendali?. Kemudian Bagaimana sikap kita terhadapnya? ,membenci? ,ingin balas dendam karena tidak terima telah disakiti?atau diam beribu bahasa tanpa ada penyelesaian dan kebaikan yang kita peroleh ?

Padahal kita bisa mengubah hal-hal yang sangat menyakitkan ini menjadi ladang kebaikan untuk kita ,menjadi ladang pahala untuk kita juga menambah kekayaan itibar atas segala apa yang telah terjadi.

Jika kita disakiti,ada dua sikap yang harus kita lakukan yaitu:sikap terhadap mereka yang menyakiti kemudian sikap terhadap diri kita sendiri.

SIKAP TERHADAP MEREKA YANG MENYAKITI

1.Pertama,Menahan Amarah(kazmul ghaizh)

Jika amarah yang diperturutkan maka kitalah yang akan mendapt dua kerugian.yang pertama kita telah disakiti yang kedua kita telah menyakiti diri kita sendiri.karena sikap amarah akan merusak diri kita sendiri baik secara fisik maupun psikis.orang yang marah akan membuat syaraf menjadi menegang,jantungnya menjadai terpacu,bahkan bisa mengorbankan kesehatan dan kebahagian.Sikap amarah yang diperturutkan akan membawa perasaan dan hati kita menjadi sempit dan terbebani.bahkan bisa membuat hati tidak menjadi tenang.dan orang-orang yang menahan amarahnya dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain,Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.(QS:3:143)

2.Kedua,Memaafkan ( al afwu)

Sikap ini mengindikasikn bahwa hati kita sehat,jernih dan bersih terhadap orang yang telah menyakiti kita,juga menandakan bahwa kita adalah orang yang mencintai kebaikan dan memberikan manfaat kepada orang yang telah menyakiti kita.coba fikirkan lagi.dendam atau memberi maaf?mana yang membawa kebaikan untuk kita dan orang yang telah menyakiti kita?,tanyakan pada hati nurani kita.

.dan orang-orang yang menahan amarahnya dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain,Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.(QS:3:143)

3.Ketiga,Berbauat baiklah kepadanya (Al ihsan)

dan orang-orang yang menahan amarahnya dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain,Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.(QS:3:143)

Barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik (tidak menuntut balas kepada orang yang menzaliminya) maka pahalanya dijamin oleh Allah (QS.42:40)

Cukuplah Rasulullah saw sebagai qudwah dalam hal ini.Rasulullah disakiti,di dzholimi oleh orang kafir saat itu,tapi siapa yang pertama kali menjenguk orang yang telah mendzholiminya? tiada lain dan bukan dialah Rosulullah yang penuh dengan keteladanan. lihatlah apa yang terjadi setelah itu,orang yang biasa menyakiti Rasulullah akhirnya ia masuk Islam,Subhanallah

4.Keempat,Menyadari banwa seseorang tidak akan menyakiti anda ,kecuali atas qodla dan qodar Allah.sedangkan seorang hamba hanyalah perantara terjadinya sesuatu,sementara yang menentukan dan menetapkan hanyalah Allah.

5.Kelima,memahami bahwa perlakuan orang lain yang menyakitkan kita adalah sebagi penebus dosa kita,penghapus atas segala kesalahan,pelebur kekhilafan,dan sebagai peninggi derajat kita.Maka orang-orang yang berhijrah,yang diusir dari kampung halamannya,yang disakiti pada jalan-Ku,yang berperang dan yang dibunuh,pastilah akan ku hapus kesalahan-kesalahan mereka (QS:3:195)

SIKAP TERHADAP DIRI KITA SENDIRI

1.Pertama,Sadarilah bahwa hal-hal yang menyakitkan kita,bisa jadi akibat dosa yang telah kita lakukan,Musibah apa saja yang menimpa diri kalian adalah akibat dari perbuatan kalian sendiri(QS.42: 30)

Untuk hal ini,perbanyakalah mengintrospeksi diri,bermuhasabahla h..,Review apa yang sebenaranya apa yang telah terjadi.

2.Kedua,Bersyukurlah kepada Allah,karena kita telah dijadikan-Nya sebagai pihak yang teraniaya,bukan yang menganiaya.Jika kita terus bersabar hal ini dapat menjadi ladang amal untuk kita.kebikan- kebaikan akan terus menghiasi hidup kita.

3.Ketiga,bersikap kasih sayanglah kepada orang yang telah menyakiti kita,karena dia adalah orang yang paling berhak mendapatkan kasih sayang kita.Seorang yang menyakiti kita sangat membutuhkan kelembutan.bukan untuk disakiti kembali atau bukan untuk di benci. Tolonglah saudaramu,baik yang berbuat aniaya maupun yang dianiaya(Hadits) .

Kisah Misthah melecehkan Abu Bakar bias di jadikan sebuah ibrah.Ketika Mistah melecehakn Abu Bakar,Abu Bakar bersumpah untuk tidak menafkahi Misthah,padahal pada waktu itu Misthah adalah orang miskin yang nafkah sehari-harinya ditanggung oleh Abu Bakar.Akhirnya Allah menurunkan ayat:Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS: 24:22).Saat itu Abu Bakar berkata:Tentu, aku akan senang jika Allah mengampuni dosaku.Abu Bakar pun kembali menafkahi Misthah dan memaafkannya.

Memang sebuah amal tidak semudah dengan kata-kata,tapi ingatlah tiada yang sulit dalam hidup ini kecuali kita terus berlatih.kita bisa karena terbiasa.cobalah melatih dengan sikap seperti ini.

Insan yang lemah ini pun merasa begitu sakit jika kita harus disakiti,tapi akan jauh lebih sakit jika kita memabalas dengan menyakiti.balaslah keburukan dengan kebaikan,maafkan orang-orang yang telah menyakiti.., ini akan membuat hidup jauh lebih indah.jauh lebih tenang,dan akan terus dekat kepada-Nya.

Ku Hadapi dengan Senyuman

Diposting oleh Shofiorenza di 21.17 0 komentar
Ah, sudahlah..
Aku tak mau membahasnya lagi
Aku tahu aku mungkin polos
Hingga dirimu dengan mudahnya masuk dalam hidupku
Sampai tak ku sangka menjadi seperti ini
Teganya dirimu,,

Saat ini mungkin lebih baik kita berjauhan
Kita introspersi diri masing-masing
Kita sudah dewasa
Tak perlu saling mengedapankan ego
Jujur, hingga saat ini aku masih belum menerima perlakuanmu
Tapi ku ucapkan selamat padamu
Atas keberhasilanmu mempermalukanku
Aku tau aku bodoh,,

Sedikitpun tidak ada rasa spesial untukmu
Mungkin kamu salah mengira
Tapi inilah kejujuranku

Akan kuhadapi semua ini dengan senyuman ^_^
Hmmh, mungkin inilah cobaan Tuhan untukku
Agar aku menjadi pribadi yang lebih dewasa
Dan lebih berhati-hati dalam bergaul

Rabu, 29 Juni 2011

Kepolosan Cinta

Diposting oleh Shofiorenza di 08.54 3 komentar

Aku tau cinta …….

Tapi ternyata aku tidak……..

Dan juga ternyata aku tidak……

Aaaaaarrrggghhh
Aku ini bodoh
Aku ini kepolosan cinta
Aku ini tidak tahu cinta
Aku tidak tahu cinta
Saat aku pikir aku tahu cinta ternayata aku tidak
Aku ini …..kebodohan dalam cinta…….

Hiks,, apaaaaan cinta..??? aku tak mengerti. jujur saja aku masih buta soal cinta. Entahlah, aku masih percaya Tuhanku pasti memberikan cinta yang terbaik untukku ^_^ Amiin

Bingung deh...... !? -_-"

Diposting oleh Shofiorenza di 08.17 0 komentar
Berhentilah membuatku khawatir
Pliisss,, jangan buat aku menunggu
Asal kau tau, disini aku selalu berdoa untukmu
Terserah kamu mau pikir aku bagaimana
Dan selamat! Kamu mempermalukan aku tadi!
Apa kamu puas dengan apa yang kamu bilang tadi?
Tapi aku harap tidak salah paham lagi
Aku marah karena kamu sudah berhasil mempermalukan aku!
Dan sebenarnya aku juga gak.............
Ah.... udah jangan bahas itu <-- """"""
Yang pasti sekarang aku lega
karena tidak ada lagi kebohongan
Semoga berjalan dengan baik untuk kedepannya
Amiin ya Rabb_

Minggu, 07 November 2010

Filsafat Pendidikan Rekonstruksionisme

Diposting oleh Shofiorenza di 05.01 2 komentar
A. Pendahuluan
Kata rekonstruksionisme dalam bahasa Inggeris rekonstruct yang berarti menyusun kembali. Dalam konteks filsafat pendidikan, aliran rekonstruksionisme adalah suatu aliran yang berusaha merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern. Aliran rekonstruksionisme, pada prinsipnya, sepaham dengan aliran perenialisme, yaitu hendak menyatakan krisis kebudayaan modern. Kedua aliran tersebut, aliran rekonstruksionisme dan perenialisme, memandang bahwa keadaan sekarang merupakan zaman yang mempunyai kebudayaan yang terganggu oleh kehancuran, kebingungan dan kesimpangsiuran.
Walaupun demikian, prinsip yang dimiliki oleh aliran rekonstruksionisme tidaklah sama dengan prinsip yang dipegang oleh aliran perenialisme. Keduanya mempunyai visi dan cara yang berbeda dalam pemecahan yang akan ditempuh untuk mengembalikan kebudayaan yang scrasi dalam kehidupan. Aliran perennialisme memilih cara tersendiri, yakni dengan kembali ke alam kebudayaan lama atau dikenal dengan regressive road culture yang mereka anggap paling ideal. Sementara itu aliran rekonstruksionisme menempuhnya dengan jalan berupaya mem­bina suatu konsensus yang paling luas dan mengenai tujuan pokok dan tertinggi dalam kehidupan umat manusia.
Untuk mencapai tujuan tersebut, rekonstruksionisme berupaya mencari kesepakatan antar sesama manusia atau orang, yakni agar dapat mengatur tata kehidupan manusia dalam suatu tatanan dan seluruh lingkungannya. Maka, proses dan lembaga pendidikan dalam pandangan rekonstruksionisme perlu merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang baru, untuk mencapai tujuan utama terse but memerlukan kerjasama antar ummat manusia.


B. Tokoh-tokoh Rekonstruksionisme
Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930, ingin membangun masyarakat baru, masyarakat yang pantas dan adil. Beberapa tokoh dalam aliran ini: Caroline Pratt, George Count, Harold Rugg

C. Tempat Asal Aliran Rekonstruksionisme
Rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gerakan ini lahir didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang.

D. Pandangan Rekonstruksionisme dan Penerapannya di Bidang Pendidikan
Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia merupakan tugas semua umat manusia atau bangsa. Karenanya pembinaan kembali daya inetelektual dan spiritual yang sehat akan membina kembali manusia melalui pendidikan yang tepat atas nilai dan norma yang benar pula demi generasi sekarang dan generasi yang akan datang, sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia.
Kemudian aliran ini memiliki persepsi bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia yang diatur, diperintah oleh rakyat secara demokratis dan bukan dunia yang dikuasai oleh golongan tertentu. Sila-sila demokrasi yang sungguh bukan hanya leori tetapi mesti menjadi kenyataan, sehingga dapat diwujudkan suatu dunia dengan potensi-potensi teknologi, mampu meningkatkan kualitas kesehatan, kesejahteraan dan kemakmuran serta keamanan masyarakat tanpa membedakan warna kulit, keturunan, nasionalisme, agama (kepercayaan) dan masyarakat bersangkutan.
Pada prinsipnya, aliran rekonstruksionisme memandang alam metafisika merujuk dualisme, aliran ini berpendirian bahwa alam nyata ini mengandung dua macam bakikat sebagai asal sumber yakni hakikat materi dan bakikat rohani. Kedua macam hakikat itu memiliki ciri yang bebas dan berdiri sendiri, sarna azali dan abadi, dan hubungan keduanya menciptakan suatu kehidupan dalam alam. Descartes, seorang tokohnya pernah menyatakan bahwa umumnya manusia tidak sulit menerima atas prinsip dualisme ini, yang menunjukkan bahwa kenyataan lahir dapat segera ditangkap oleh panca indera manusia, semen tara itu kenyataan bathin segera diakui dengan adanya akal dan petasaan hidup. Di balik gerak realita sesungguhnya terdapatlah kausalitas sebagai pendorongnya dan merupakan penyebab utama atas kausa prima. Kausa prima, dalam konteks ini, ialah Tuhan sebagai penggerak sesuatu tanpa gerak. Tuhan adalah aktualitas murni yang sarna sekali sunyi dan substansi.
Alam pikiran yang demikian bertolak hukum-hukum dalam filsafat itu sendiri tanpa bergantung padii ilmt pengetahuan. Namun demikian, meskipun filsafat dan ilmu berkembang ke arah yang lebih sempurna, tetap disetujui bahwa kedudukan filsafal lebih tinggi dibandingkan ilmu pengetahuan.

E. Pandangan dan Sikap Saya tentang Aliran Rekonstruksionisme

1. Pandangan secara Ontologi
Dengan ontologi, dapat diterangkan tentang bagaimana hakikat dari segala sesuatu. Aliran rekonstruksionisme memandang bahwa realita itu bersifat universal, yang mana realita itu ada di mana dan sama di setiap tempat. Untuk mengerti suatu realita beranjak dari suatu yang konkrit dan menuju kearah yang khusus menam pakkan diri dalam perwujudan sebagaimana yang kita lihat dihadapan kita dan ditangkap oleh panca indra manusia seperti bewan dan tumbuhan atau benda lain disekeiling kita, dan realita yang kita ketahui dan kita badapi tidak terlepas dari suatu sistem, selain substansi yang dipunnyai dan tiap-tiap benda tersebut, dan dapat dipilih melalui akal pikiran.
Kemudian, tiap realita sebagai substansi selalu cenderung bergerak dan berkembang dari potensialitas menuju aktualitas (teknologi). Dengan demikian gerakan tersebut mencakup tujuan dan terarah guna mencapai tujuan masing-masing dengan caranya sendiri dan diakui bahwa tiap realita memiliki perspektif tersendiri.

2. Pandangan Ontologis
Dalam proses interaksi sesama manusia, diperlukan nilai-nilai. Begitu juga halnya dalam hubungan manusia dengan sesamanya dan alam semesta tidak mungkin melakukan sikap netral, akan tetapi manusia sadar ataupun tidak sadar telah melakukan proses penilaian, yang merupakan kecenderungan man usia. Tetapi, secara umum ruang lingkup (scope) ten tang pengertian "nilai" tidak terbatas.
Aliran rekonstruksionisme memandang masalah nilai berdasarkan azas-azas supernatural yakni menerima nilai natural yang universal, yang abadi berdasarkan prinsip nilai teologis. Hakikat manusia adalah emanasi (pancaran) yang potensial yang berasaldari dan dipimpin oleh Tuhan dan atas dasar inilah tinjauan tentang kebenaran dan keburukan dapat diketahuinya. Ke­mudian, manusia sebagai subyek telah memiliki potensi-potensi kebaikan dan keburukan sesuai dengan kodratnya. Kebaikan itu akan tetap tinggi nilainya bila tidak dikuasai oleh hawa nafsu belaka, karena itu akal mempunyai peran untuk memberi penentuan.
Neo-Thomisme memandang bahwa etika, estetika dan politik sebagai cabang dari filsafat praktis, dalam pengertian tetap berhubungan dan berdasarkan pad a prinsip-prinsip dari praktek-praktek dalam tindakan-tindakan moral, kreasi estetika dan organisasi politik. Karenanya, dalam arti teologis manusia perlu mencapai kebaikan tertinggi, yakni bersatu dengan Tuhan, kemudian berpikir rasional. Dalam kaitannya dengan estetika (keindahan), hakikat sesungguhnya ialah Tuhan sendiri. Keindahan yang maujud itu hanyalah keindahan khusus, pancaran un sur keindahan universal yang abadi, maha indah dan Tuhan.
Aristoteles memandang bahwa kebajikan dibedakan menjadi dua macam, yakni kebajikan intelektual dan kebajikan moral, kebajikan moral merupakan suatu kebajikan berdasarkan pembiasaan dan merupakan dasar dari kebajikan intelektual.
Dari gerakan intelektualitas pada abad pertengahan yang mencapai kristalisasi pada abad IX-XIV, memberikan argumentasi rasio tentang eksistensi Tuhan. Alselpus, seorang tokoh utama scholastik, menyatakan bahwa secara kritis realita semesta dapat dipahami dan tidak ada sesuatu di alam nyata ini diluar kekuasaan Tuhan karena semua itu sebagai perwujudan dari kesempurnaannya. Dalam perkembangan selanjutnya, penafsiran yang demikian didukung oleh Thomas Aquinas yang inti pembicaraannya untuk mengetahui realita yang ada yang hams berdasarkan iman dan perkembangan rasional hanya dapat dijawab dan mesti diikuti dengan iman.

3. Pandangan Epistemologis
Kajian epsitemologis aliran ini lebih merujuk pada pendapat aliran pragmatisme (progressive) dan perenialisme. Berpijak dari pola pemikiran bahwa untuk memahami realita alam nyata memerlukan suatu azas tahu dalam arti bahwa tidak mungkin memahami realita ini tanpa melalui proses pengalaman dan hubungan dengan realita terlebih dahulu melalui penemuan suatu pintu gerbang ilmu pengetahuan. Karenanya, baik akal maupun rasio sama-sama berfungsi membentuk pengetahun, dan akal di bawa oleh panca indera menjadi pengetahuan dalam yang sesungguhnya.
Aliran ini juga berpendapat bahwa dasar dari suatu kebenaran dapat dibuktikan dengan self evidence, yakni bukti yang ada pada diri sendiri, realita dan eksistensinya. Pemahamannya bahwa pengetahuan yang benar buktinya ada di dalam pengetahuan ilmu itu sendiri. Sebagai ilustrasi, adanya Tuhan tidak perlu dibuktikan dengan bukti-bukti lain atas eksistensi Tuhan (self evidence). Kajian tentang kebenaran itu diperlukan suatu pemikiran, metode yang diperlukan guna menuntun agar sampai kepada pemikiran yang hakiki. Penalaran-penalaran memiliki hukum-hukum tersendiri agar dijadikan pegangan ke arah penemuan definisi atau pengertian yang logis.
Ajaran yang dijadikan pedoman berasal dari Aristoteles yang membicarakan dua hal pokok, yakni pikiran (ratio) dan bukti (evidence), dengan jalan pernikirannya adalah silogisme. Silogisme menunjukkan hubungan logis antara premis mayor, premis minor dan kesimpulan (condusion), dengan memakai cara pengambilan kesimpulan deduktif dan induktif.
_________________________________________________________________

A. Latar belakang Aliran rekonstruksionisme

Rekonstruksionisme berasal dari bahasa inggris Reconstruct yang berarti menyusun kembali. Dalam konteks filsafat pendidikan aliran rekonstruksionisme adalah suatu aliran yang berusaha merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern.

Pada dasarnya aliran rekonstruksionisme sepaham dengan aliran perenialisme bahwa ada kebutuhan anam mendesak untuk kejelasan dan kepastian bagi kebudayaan zaman modern sekarang (hendak menyatakan krisis kebudayaan modern), yang sekarang mengalami ketakutan, kebimbangan dan kebingungan. Tetapi aliran rekonstruksionisme tidak sependapat dengan cara dan jalan pemencahan yang ditempuh filsafat perenialisme. Aliran perenialisem memilih jalan kembali ke alam kebudayaan abad pertengahan. Sementara itu alliran rekonstruksionisme berusaha membina suatu konsensus yang paling luas dan paling mungkin tentang tujuan utama dan tertinggi dalam kehidupan manusia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, rekonstruksionisme berusaha mencari kepepakatan semua orang mengenai tujuan utama yang dapat mengatur tata kehidup manusia dalam suatu tatanan baru seluruh lingkungannya, maka melalui lembagai dan proses pendidikan. Rekonstruksionisme ingin merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang sama sekali baru.

Rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivme, gerakan ini lahir didasari atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada pada saat sekarang ini.

Rekonstrusionisme di pelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930 yang ingin membangun masyarakat baru, masyrakat yang pantas dan adil.tokoh- tokoh aliran rekonstruksionisme yaitu Caroline pratt, George count, dan Harold rugg.

Progresifisme yang dilandasi pemikiran Dewey dikembangkan oleh Kilpatrick dan Jhon Child, juga mendorong pendidikan agar lebih sadar terhadap tanggung jawab sosial. Namun mereka tidak sepakat dengan Count dan rugg bahwa sekolah harus melakukan perbaikan masyarakat yang spesifik. Kaum progresif lebih suka menekankan tujuan umum pertumbuhan masyarakat melalui pendidikan . aliran ini berpendapat bahwa sekolah harus mendominasi atau mengarahkan perubahan (rekonstruksi) pada tatanan sosial saat ini.

Usaha rekonstruksionisme sosial yang diupayakan Brammeld didasarkan atas suatu asumsi bahwa kita telah beralih dari masyarakat agraris pedesaan kemasyarakat urban yang berteknologi tinggi namun masih terdapat suatu kelambatan budaya yang serius yaitu dalam kemampuan manusia menyesuaikan diri terhadap masyarakat teknologi. Hal tersebut sesuai dengan pandangan Count bahwa apa yang diperlukan pada masyarakat yang memiliki perkembangan teknologi yang cepat adalah rekonstruksi masyarakat dan pembentukan serta perubahan tata dunia baru.

B. Pandangan rekonstruksionisme dan penerapannya di bidang pendidikan

Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamat dunia merupakan tugas semua umat manusia atau bangsa. Oleh karena itu pembinaan kembali daya intelektual dan spiritual yang sehat akan membina kembali manusia melalui pendidikan yang tepat atas nilai dan norma yang benar demi generasi sekarang dan generasi yang akan datang sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia.

Aliran ini memiliki persepsi bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia yang diatur, diperintah oleh rakyat secara demokratis dan bukan dunia yang dikuasasi oleh golongan tertentu. sila-sila demokrasi yang sungguh bukan hanya teori tetapi mesti menjadi kenyataan sehingga dapat diwujudkan suatu dunia dengan potensi-potensi teknologi, mampu meningkatkan kualitas kesehatan, kesejahteraan dan kemakmuran serta keamanan masyarakat tanpa membedakan warna kulit, keturuanan, nasionalisme, agama (kepercayaan) dan masyarakat bersangkutan.

George counts sebagai pelopor rekonstruksionisme dalam publikasinya Dare the school build a new sosial order mengemukakan bahwa sekolah akan betul- betul berperan apabila sekolah menjadi pusat bangunan masyarakat baru secara keseluruhan, dan kesukuan (rasialisme). masyarakat yang menderita kesulitan ekonomi dan masalah-masalah sosial yang besar merupakan tantangan bagi pendidikan untuk menjalankan perannya sebagai agen pembaharu dan rekonstruksi sosial dari pada pendidikan hanya mempertahankan status qua dengan ketidaksamaan-ketidaksamaan dan masalah-masalah yang terpendam di dalamnya.

sekolah harus bersatu dengan kekuatan buruh progresif, wanita, para petani, dan kelompok minoritas untuk mengadakan perubahan-perubahan yang diperlukan. Counts mengkritik pendidikan progresif telah gagal menghasilkan teori kesejahteraan sosial dan mengatakan sekolah dengan pendekatan child centered tidak cocok untuk menentukan pengetahuan dan skill sesuai dalam abad dua puluh.

C. Teori Pendidikan Rekonstruksionisme

  1. Tujuan Pendidikan

1. Sekolah-sekolah rekonstruksionis berfungsi sebagai lembaga utama untuk melakukan perubahan sosial, ekonomi dan politik dalam masyarakat.

2. Tugas sekolah-sekolah rekonstruksionis adalah mengembangkan ”insinyur-insinyur” sosial, warga-warga negara yang mempunyai tujuan mengubah secara radikal wajah masyarakat masa kini.

3. Tujuan pendidikan rekonstruksionis adalah membangkitkan kesadaran para peserta didik tentang masalah sosial, ekonomi dan politik yang dihadapi umat manusia dalam skala global, dan mengajarkan kepada mereka keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.

  1. Metode pendidikan

Analisis kritis terhadap kerusakan-kerusakan masyarakat dan kebutuhan-kebutuhan programatik untuk perbaikan. Dengan demikian menggunakan metode pemecahan masalah, analisis kebutuhan, dan penyusunan program aksi perbaikan masyarakat.

  1. Kurikulum

Kurikulum berisi mata-mata pelajaran yang berorientasi pada kebutuhan-kebutuhan masyarakat masa depan.

Kurikulum banyak berisi masalah-masalah sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi umat manusi, yang termasuk di dalamnya masalah-masalah pribadi para peserta didik sendiri; dan program-program perbaikan yang ditentukan secara ilmiah untuk aksi kolektif.

Struktur organisasi kurikulum terbentuk dari cabang-cabang ilmu sosial dan proses-proses penyelidikan ilmiah sebagai metode pemecahan masalah.

  1. Pelajar

Siswa adalah generasi muda yang sedang tumbuh menjadi manusia pembangun masyarakat masa depan, dan perlu berlatih keras untuk menjadi insinyur-insinyur sosial yang diperlukan untuk membangun masyarakat masa depan.

  1. Pengajar

Guru harus membuat para peserta didik menyadari masalah-masalah yang dihadapi umat manusia, mambatu mereka merasa mengenali masalah-masalah tersebut sehingga mereka merasa terikat untuk memecahkannya.

Guru harus terampil dalam membantu peserta didik menghadapi kontroversi dan perubahan. Guru harus menumbuhkan berpikir berbeda-beda sebaga suatu cara untuk menciptakan alternatif-alternatif pemecahan masalah yang menjanjikan keberhasilannya.

Menurut Brameld (kneller,1971) teori pendidikan rekonstruksionisme ada 5 yaitu:

a. Pendidikan harus di laksanakan di sini dan sekarang dalam rangka menciptakan tata sosial baru yang akan mengisi nilai-nilai dasar budaya kita, dan selaras dengan yang mendasari kekuatan-kekuatan ekonomi, dan sosial masyarakat modern.

b. Masyarakat baru harus berada dalam kehidupan demokrasi sejati dimana sumber dan lembaga utama dalam masyarakat dikontrol oleh warganya sendiri.

c. anak, sekolah, dan pendidikan itu sendiri dikondisikan oleh kekuatan budaya dan sosial.

d. Guru harus menyakini terhadap validitas dan urgensi dirinnya dengan cara bijaksana dengan cara memperhatikan prosedur yang demokratis

e. Cara dan tujuan pendidikan harus diubah kembali seluruhnya dengan tujuan untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan yang berkaitan dengan krisis budaya dewasa ini, dan untuk menyesuaikan kebutuhan dengan sains sosial yang mendorong kita untuk menemukan nilali-nilai dimana manusia percaya atau tidak bahwa nilai-nilai itu bersifat universal.

f. meninjau kembali penyusunan kurikulum, isi pelajaran, metode yang dipakai, struktur administrasi, dan cara bagaimana guru dilatih.
___________________________________________________________________

Tempat Asal Aliran Rekonstruksionisme
Rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gerakan ini lahir
didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan
diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang
Pandangan rekonstruksionisme dan penerapannya di bidang pendidikan
Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamat dunia merupakan tugas
semua umat manusia atau bangsa. Oleh karena itu pembinaan kembali daya intelektual dan
spiritual yang sehat akan membina kembali manusia melalui pendidikan yang tepat atas nilai
dan norma yang benar demi generasi sekarang dan generasi yang akan datang sehingga
terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia.
Aliran ini memiliki persepsi bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia
yang diatur, diperintah oleh rakyat secara demokratis dan bukan dunia yang dikuasasi oleh
golongan tertentu. sila-sila demokrasi yang sungguh bukan hanya teori tetapi mesti menjadi kenyataan sehingga dapat diwujudkan suatu dunia dengan potensi-potensi teknologi, mampu
meningkatkan kualitas kesehatan, kesejahteraan dan kemakmuran serta keamanan
masyarakat tanpa membedakan warna kulit, keturuanan, nasionalisme, agama (kepercayaan)
dan masyarakat bersangkutan.
George counts sebagai pelopor rekonstruksionisme dalam publikasinya Dare the school
build a new sosial order mengemukakan bahwa sekolah akan betul- betul berperan apabila
sekolah menjadi pusat bangunan masyarakat baru secara keseluruhan, dan kesukuan
(rasialisme). masyarakat yang menderita kesulitan ekonomi dan masalah-masalah sosial
yang besar merupakan tantangan bagi pendidikan untuk menjalankan perannya sebagai agen
pembaharu dan rekonstruksi sosial dari pada pendidikan hanya mempertahankan status qua
dengan ketidaksamaan-ketidaksamaan dan masalah-masalah yang terpendam di dalamnya.
Sekolah harus bersatu dengan kekuatan buruh progresif, wanita, para petani, dan
kelompok minoritas untuk mengadakan perubahan-perubahan yang diperlukan. Counts
mengkritik pendidikan progresif telah gagal menghasilkan teori kesejahteraan sosial dan
mengatakan sekolah dengan pendekatan child centered tidak cocok untuk menentukan
pengetahuan dan skill sesuai dalam abad dua puluh.
 

Shofiorenza Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting